Jump to content

array064

Members
  • Posts

    67
  • Joined

  • Last visited

Posts posted by array064

  1. Based on my temporary observations, here are the results after using Opcache and APCu:

    - Opcache [enabled] + APCu [disabled] -> stable

    - Opcache [enabled] + APCu [enabled] -> unstable (sometimes websites can be opened quickly, sometimes websites can not be opened, or sometimes appear messy).

     

    Opcache and APCu configuration that I use, is as follows:

     

    post-37452-0-58426000-1437880862_thumb.jpg
    post-37452-0-44045700-1437880853_thumb.jpg

    Additional information:
     
    CPU Server:12 cores (Intel Xeon)
    RAM: 8 GB
    OS: Ubuntu 14.04 (64-bit)


     

    Do you have any suggestions for APCu and Opcache configuration?

     

    For a while I just use opcache

    post-37452-0-44045700-1437880853_thumb.jpg

    post-37452-0-58426000-1437880862_thumb.jpg

  2. Dear all,

     

    --- Technical information ---
    Prestashop version: 1.6.1.0
    Server: Ubuntu Linux x86_64 14:04
    Webserver: Apache
    PHP version: 5.5.9-1ubuntu4.11
    Memory limit: 1024M
    Max execution time: 0
    MySQL version: 5.5.43-0ubuntu0.14.04.1
    MySQL engines: MyISAM
    Memcached version: (see screenshot)

    --- / Technical information ---

     

    I have upgraded my site that have been using Prestashop, from version 1.6.0.14 to version 1.6.1.0. At version 1.6.1.0 I try to use Memcached, but the result is odd, as follows:

     

    1. Based on the analysis by using Newrelic, "Web Transactions response time" will increase (poor condition, relatively slow loading website) if Memcached enabled (see "Web Transactions response time" screenshot and "memcached Settings" screenshot). But if Memcached is disabled, then "Web Transactions response time "decreased (good condition, relatively fast loading website).

     

    2. When I open two or more "product category pages" (eg categories A, B, and C) and using "Block Layered Navigation" module, then shown on website is the same products, but different product category. Seems to be the problem with its cache.

     

    Can anyone help me to solve this problem?

    For a while, I disable Memcached. I hope anyone can help me.

     

    Thank you.

     

    post-37452-0-58114400-1437460570_thumb.jpg

     

    post-37452-0-64993500-1437460564_thumb.jpg
     
    post-37452-0-25400200-1437460561_thumb.jpg

    post-37452-0-25400200-1437460561_thumb.jpg

    post-37452-0-64993500-1437460564_thumb.jpg

    post-37452-0-58114400-1437460570_thumb.jpg

    • Like 1
  3. kyknya :P .. karena itu disimpan langsung ke database.

     

    coba di config.inc.php diubah jadi kyk gini, terus coba lagi. ada pesen eror ga

     

     

    @ini_set('display_errors', 'on');
    define('_PS_DEBUG_SQL_', true);

     

     

    tapi kalo udah, jgn lupa diset ke default lagi.

    Thanks buat sarannya. Ntar dicoba. Tapi sementara ini saya nyobanya begini:

     

    1. Semua check-list saya un-check. Simpan.

    2. Lalu check yang perlu2 saja (sedikit) pada salah satu cara payment tertentu utk negara tertentu. Simpan.

     

    Dan it's work. I don't know kenapa. Masih heran.

  4. Hello, anyone can help? I'm trying to set Prestashop (1.3.2.3) in part:

     

    Payment -> Countries restrictions

     

    Each check list that was there, I un-checked and checked as needed. But when I press the "Save Restrictions", unsuccessfully, in other words all the checkboxes that change before I go back as early. Failed. How is the solution? Is there a need to be changed in php.ini or my.ini?

     

    Thanks. :)

  5. Halo, ada yang bisa bantu? Saya lagi coba nyetting Prestashop (1.3.2.3) di bagian :

     

    Payment --> Countries restrictions

     

    Setiap check list yang ada di situ, saya un-check dan check sesuai kebutuhan. Tapi pas saya tekan tombol "Save Restrictions", kok ga ada hasilnya ya, alias semua checkbox yang saya rubah2 kembali seperti semula. Gimana solusinya? Apa ada yang perlu dirubah di php.ini atau my.ini ?

     

    Thanks. :)

  6. untuk halaman category om. Jadi dalam 1 halaman category isinya subcategory / manufacture yang berbentuk product list (tidak berbentuk link/image seperti biasanya). Semacam kalau menggunakan sort product, bedanya ini tidak menggunakan dropdown, jadi 1 page category isinya subcategory/manufacture yang sudah "dijabarkan" menjadi product-list.

    Ketika masukin sebuah produk di BO, klik aja Category dan Subcategorynya. Jadi nanti kalau Category diklik, produk2 yang ada di Subcategory juga akan muncul sebagai product-list.
  7. permisi gan,. ane minat ni mau bikin beginian, tp ane bner2 awam, cm bisanya pake dreamweaver paling,

    ane bingung, di yg d download dr prestashop itu apa ya,? kok cm folder doang, trus gmna cara installnnya? ane bner2 bingung,
    nginstall aja ga ngerti, ane udah ubek2, tp bingung dengan istilah webserver sama mysql
    jadi stuck,

    apa ada yg bisa jelasin ke ane secara detil gmna step2 nya? apa aja software yang harus kita punya dulu?
    btw, ane uda punya wampserver 2 tp gak ngerti make'nya,.

    trimakasih


    Saya coba bantu ya, tapi bukan ttg prestashopnya, melainkan ttg bbrp hal yang perlu diketahui dalam membuat situs. Krn spt nya hal ini perlu dipahami dulu sebelum memahami ttg bagaimana membuat situs toko online yang menggunakan prestashop.

    Nah begini, jadi untuk membuat situs - khususnya situs dinamis - membutuhkan setidaknya 4 komponen utama. Keempat komponen ini harus sudah ada kalau kita ingin membuat situs. Keempat komponen yang dimaksud, yaitu:

    1. Webserver
    2. Database Management System (DBMS)
    3. Scripting Language
    4. Source Code

    1. Webserver

    Webserver bisa bermacam2, ada Apache, Nginx, IIS, dll. Yang paling terkenal adalah Apache, bisa didownload di http://httpd.apache.org . Bila kita coba bikin situs di localhost maka Webserver perlu diinstall dahulu di PC/notebook kita. Tapi kalau kita mau bikin situs di hosting berbayar/gratis, umumnya perusahaan hosting sudah menginstall webserver, jadi kita sudah tidak perlu mikirin hal ini. Paling2 kita perlu tahu nama webservernya apa dan versinya nomor brp.

    2. Database Management System (DBMS)

    DBMS juga bisa bermacam2, ada MSSQL, Oracle, MySQL, dll. Yang paling terkenal adalah MySQL, bisa didownload di: www.mysql.com . Sama halnya dengan webserver, jika kita ingin membuat situs di localhost maka DBMS perlu diinstall dahulu di PC/notebook kita. Tapi kalau kita mau bikin situs di hosting berbayar, umumnya perusahaan hosting sudah menginstall DBMS di hostingannya, jadi kita sudah tidak perlu mikirin hal ini. Paling2 kita perlu tahu nama DBMSnya apa dan versinya nomor brp. Supaya kita tahu, apakah compatible dengan situs yang akan kita bangun atau tidak.

    3. Scripting Language

    Bbrp contoh Scripting Language antara lain ASP, PHP, JSP, dll. Yang paling terkenal adalah PHP, bisa didownload di: www.php.net . Serupa dengan Webserver dan DBMS, kita perlu install dulu di localhost. Tapi kalau di hostingan, umumnya sudah diinstall, jadi terima beres, tinggal lihat versinya brp.

    Dari ketiga hal di atas, kini sudah ada program paketan yang sudah membundle ketiga komponen di atas. Misalnya WAMP (www.wampserver.com), LAMP, XAMPP, dll. Jadi sekali nginstall software ini, kita sudah dapat Webserver, DBMS, dan Scripting Language sekaligus. Jadi lebih mudah. INi hanya dibutuhkan kalau mau bikin situs di localhost.

    4. Source Code

    Nah ini bagian utama kalau kita mau bikin situs, yaitu source code. Source code adalah kumpulan baris-baris perintah yang akan menjadi program/situs yang kita inginkan. Source code bisa diperoleh dengan dua cara secara umum, yaitu bikin dari nol, atau menggunakan source code yang sudah ada (misalnya menggunakan Webware). Kalau bikin dari nol, kita bisa ketik source code dari notepad, Dreamweaver, dll. Tapi kalau mau pakai Webware yang sudah ada (khususnya yang opensource), kita tinggal download Webware yang bersangkutan lalu install di webserver kita. Cara nginstallnya tergantung Webware masing-masing (biasanya ada keterangannya di readme.txt atau install.txt atau di file lain). Nah, Prestashop bisa dibilang merupakan salah satu bentuk Webware.

    Sementara segitu dulu deh.
    • Like 1
×
×
  • Create New...

Important Information

Cookies ensure the smooth running of our services. Using these, you accept the use of cookies. Learn More